Suatu
hari para sahabat sedang berkumpul di sekitar Rasulullah SAW. Tiba-tiba saja mereka melihat Nabi SAW tampak
bersedih dan mata beliau berkaca-kaca seolah akan menangis. Tetapi tidak berapa
lama kemudian, tampak wajah beliau menjadi berbinar-binar gembira, bahkan beliau
tertawa sehingga kelihatan dua gigi seri beliau.
Para sahabat penasaran, tetapi mereka malu untuk bertanya,
sampai akhirnya Umar Bin Khottob memberanikan diri bertanya, “Wahai Rasulullah, apa
yang membuat engkau tampak menangis, kemudian tertawa??”
Nabi SAW tersenyum melihat wajah-wajah para sahabat yang tampak
keheranan sekaligus penasaran. Kemudian beliau berkata, “Sungguh ditampakkan
kepadaku suatu pemandangan di saat ditegakkan pengadilan Allah (yaumul hisab,
hari perhitungan)”
Kemudian beliau menceritakan, bahwa ada dua orang dari umat
beliau yang tengah dihisab. Salah satunya mengadukan temannya, ia berkata,
“Wahai Allah, ambilkanlah untukku pahala orang ini, untuk mengganti kedzaliman yang pernah dilakukannya padaku!”
Maka Allah berfirman kepada orang yang mendzalimi tersebut,
“Berikanlah kepada saudaramu untuk menebus kedzaliman yang telah kamu lakukan saat
di dunia!'”
“Wahai Rabbii, bagaimana aku bisa melakukannya sedangkan aku sudah tidak lagi memiliki kebaikan sedikitpun!!” Kata Lelaki yang dzalim itu.
Allah berfirman kepada lelaki pertama yang menuntut tersebut,
“Bagaimana engkau meminta darinya, sedangkan ia tidak memiliki lagi kebaikan
sedikitpun?”
“ambilkan keburukan-keburukanku, ya Allah, dan pikulkanlah
kepada dirinya!”
Ketika melihat pemandangan itulah Nabi SAW merasa bersedih dan hampir menangis melihat keadaan umatnya yang memilukan tersebut. Reaksi beliau yang seperti itu dilihat oleh para sahabat tanpa tahu penyebabnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, “Itu adalah hari yang agung, di mana pada hari itu setiap orang membutuhkan adanya orang lain yang dapat memikul kesalahan-kesalahannya..”
Tak lama kemudian Nabi SAW meneruskan cerita beliau, bahwa dalam keadaan
seperti itu, Allah SWT berfirman kepada lelaki yang mengajukan tuntutan,
“Angkatlah kepalamu, dan lihatlah!!”
Lelaki tersebut mengangkat kepalanya dan ia melihat pemandangan
yang menakjubkan, lalu Ia berkata, “Ya Rabbi, saya
melihat kota-kota yang bangunannya bertatahkan perak dan emas. Untuk nabi yang
manakah ini? Untuk orang syahid yang manakah ini??”
Allah berfirman, “Itu semua untuk orang yang mampu membayar
harganya!!”
“Siapakah yang mampu membayarnya, ya Allah!?” Tanya lelaki itu.
“Engkau mampu membayarnya”
“Dengan apa saya harus membayarnya, ya Allah!?”
“Dengan memberi maaf kepada saudaramu”
Segera saja lelaki penuntut tersebut berkata, “Ya Allah, saya
telah memaafkan dirinya!!”
Dalam riwayat lain disebutkan, setelah lelaki itu memaafkan
temannya, Allah berfirman kepadanya, “Gandenglah tangan saudaramu itu, dan
ajaklah ia masuk ke surga yang telah menjadi milikmu tersebut (tiada kerugian bagimu)!!”
Ketika melihat pemandangan tersebut, Nabi SAW menjadi gembira
dan beliau tertawa sehingga terlihat dua gigi seri beliau, itu pula reaksi yang
tadi dilihat oleh para sahabat tanpa mereka mengetahui penyebabnya. Selesai
menceritakan semua itu, Nabi SAW bersabda, “Wahai manusia, bertakwalah
kepada Allah dan perbaikilah hubungan antara kalian. Sesungguhnya Allah
menghubungkan antara orang-orang mukmin”. (Khotib-PPNHA).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar