Senin, 03 Juni 2019

SYAIKHAH HAJJAH RANGKAYO, The Real Kartini Yang Dilupakan



Dialah wanita Indonesia Pra kemerdekaan yang pertama mendirikan Sekolah Khusus Wanita,  yang bahkan menginspirasi Al AZHAR Mesir.
Syaikhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyyah (1900) adalah salah satu pahlawan wanita milik bangsa Indonesia, yang dengan hijab syar'i-nya tak membatasi segala aktifitas dan semangat perjuangannya.

Rahmah, begitu ia biasa dipanggil, adalah seorang guru, pejuang pendidikan, pendiri sekolah Islam wanita pertama di Indonesia, aktifis kemanusiaan, anggota parlemen wanita RI, dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketika Rahmah bersekolah, dengan bercampurnya murid laki-laki dan perempuan dalam kelas yang sama, menjadikan perempuan tidak bebas dalam mengutarakan pendapat dan menggunakan haknya dalam belajar. Ia mengamati banyak masalah perempuan terutama dalam perspektif fiqih tidak dijelaskan secara rinci oleh guru yang notabene laki-laki, sementara murid perempuan enggan bertanya. Kemudian Rahmah mempelajari fiqih lebih dalam kepada Abdul Karim Amrullah di Surau Jembatan Besi, dan tercatat sebagai murid-perempuan



Ya dialah "Kartini" yang tidak pernah dimunculkan profilnya. Pengaruhnya dalam dunia pendidikan begitu nyata. Bahkan sekaliber Al-Azhar Mesir pun terinpirasi dari tindakan beliau. Dan, point yang tidak kalah penting, pakaian anggun dengan kerudung yang menutup dada itu sudah lama ada sebelum Indonesia merdeka.. Allahu Akbar..

 Dialah perempuan pertama yang memfokuskan diri belajar fiqih, sebagaimana dicatat oleh Hamka.

Setelah itu, Rahmah mendirikan Madrasah Diniyah Lil Banaat (Perguruan Diniyah Putri) di Padang Panjang sebagai sekolah agama Islam khusus wanita pertama di Indonesia. Ia menginginkan agar perempuan memperoleh pendidikan yang sesuai dengan fitrah mereka dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tekadnya, "Kalau saya tidak mulai dari sekarang, maka kaum saya akan tetap terbelakang. Saya harus mulai, dan saya yakin akan banyak pengorbanan yang dituntut dari diri saya. Jika lelaki bisa, kenapa perempuan tidak bisa?"

Rahmah meluaskan penguasaannya dalam beberapa ilmu terapan agar dapat diajarkan pada murid-muridnya. Ia belajar bertenun tradisional, juga secara privat mempelajari olahraga dan senam dengan seorang guru asal Belanda. Selain itu, ia mengikuti kursus kebidanan di beberapa rumah sakit dibimbing beberapa bidan dan dokter hingga mendapat izin membuka praktek sendiri.
Berbagai ilmu lainnya seperti ilmu hayat dan ilmu alam ia pelajari sendiri dari buku. Penguasaan Rahmah dalam berbagai ilmu ini yang ia terapkan di Diniyah Putri dan dilimpahkan semua ilmunya itu kepada murid-murid perempuannya.

Pada 1926, Rahmah juga membuka program pemberantasan buta huruf bagi ibu-ibu rumah tangga yang belum sempat mengenyam pendidikan dan dikenal dengan nama Sekolah Menyesal.

Selama pemerintahan kolonial Belanda, Rahmah menghindari aktifitas di jalur politik untuk melindungi kelangsungan sekolah yang dipimpinnya. Ia memilih tidak bekerja sama dengan pemerintah penjajah. Ketika Belanda menawarkan kepada Rahmah agar Diniyah Putri didaftarkan sebagai lembaga pendidikan terdaftar agar dapat menerima subsidi dari pemerintah, Rahmah menolak, mengungkapkan bahwa Diniyah Putri adalah sekolah milik ummat, dibiayai oleh ummat, dan tidak memerlukan perlindungan selain perlindungan Allah. Menurutnya, subsidi dari pemerintah akan mengakibatkan keleluasaan pemerintah dalam memengaruhi pengelolaan Diniyah Putri.

Kiprah Rahmah di jalur pendidikan membuatnya mendapatkan perhatian luas. Ia duduk dalam kepengurusan Serikat Kaum Ibu Sumatera (SKIS). Pada 1935, ia diundang mengikuti Kongres Perempuan Indonesia di Batavia. Dalam kongres, ia memperjuangkan hijab sebagai kewajiban bagi muslimah dalam menutup aurat ke dalam kebudayaan Indonesia.
Pada April 1940, Rahmah menghadiri undangan Kongres Persatuan Ulama Seluruh Aceh. Ia dipandang oleh ulama-ulama Aceh sebagai ulama perempuan terkemuka di Sumatera.

Kedatangan tentara Jepang di Minangkabau pada Maret 1942 membawa berbagai perubahan dalam pemerintahan dan mengurangi kualitas hidup penduduk non-Jepang. Selama pendudukan Jepang, Rahmah ikut dalam berbagai kegiatan Anggota Daerah Ibu (ADI) yang bergerak di bidang sosial. Dalam situasi perang, Rahmah bersama para ADI mengumpulkan bantuan makanan dan pakaian bagi penduduk yang kekurangan. Ia memotivasi penduduk yang masih bisa makan untuk menyisihkan beras segenggam setiap kali memasak untuk dibagikan bagi penduduk yang kekurangan makanan. Kepada murid-muridnya, ia menginstruksikan bahwa seluruh taplak meja dan kain pintu yang ada pada Diniyah Putri dijadikan pakaian untuk penduduk.
Selain itu, Rahmah bersama para anggota ADI menentang pengerahan perempuan Indonesia sebagai wanita penghibur untuk tentara Jepang. Tuntutan ini dipenuhi oleh pemerintah Jepang dan tempat prostitusi di kota-kota Sumatera Barat berhasil ditutup.

Terimbas oleh Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang terjun ke politik lebih dahulu, dan dengan kondisi Indonesia yang semakin terpuruk oleh penjajah Jepang, akhirnya Rahmah terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Majelis Islam Tinggi Minangkabau yang berkedudukan di Bukittinggi. Ia menjadi Ketua Hahanokai di Padang Panjang untuk membantu perjuangan perwira yang terhimpun dalam Giyugun (semacam tentara PETA).

Seiring memuncaknya ketegangan di Padang Panjang, Rahmah membawa sekitar 100 orang muridnya mengungsi untuk menyelamatkan mereka dari serbuan tentara Jepang. Selama pengungsian, ia menanggung sendiri semua keperluan murid-muridnya. Ketika terjadi kecelakaan kereta api pada 1944 dan 1945 di Padang Panjang, Rahmah menjadikan bangunan sekolah Diniyah Putri sebagai tempat perawatan korban kecelakaan.
Hal ini membuat Diniyah Putri mendapatkan piagam penghargaan dari pemerintah Jepang. Menjelang berakhirnya pendudukan, Jepang membentuk Cuo Sangi In yang diketuai oleh Muhammad Sjafei dan Rahmah duduk sebagai anggota peninjau.

Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Setelah mendapatkan berita tentang proklamasi kemerdekaan langsung dari Ketua Cuo Sangi In, Muhammad Sjafei, Rahmah segera mengibarkan bendera Merah Putih di halaman perguruan Diniyah Putri. Ia tercatat sebagai orang yang pertama kali mengibarkan bendera Merah Putih di Sumatera Barat. Berita bahwa bendera Merah Putih berkibar di sekolahnya menjalar ke seluruh pelosok daerah.

Ketika Komite Nasional Indonesia terbentuk sebagai hasil sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 22 Agustus 1945, Soekarno yang melihat kiprah Rahmah mengangkatnya sebagai salah seorang anggota.

Pada 5 Oktober 1945, Soekarno mengeluarkan dekrit pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada 12 Oktober 1945, Rahmah memelopori berdirinya TKR untuk Padang Panjang dan sekitarnya. Ia memanggil dan mengumpulkan bekas anggota Giyugun, mengusahakan logistik dan pembelian beberapa kebutuhan alat senjata dari harta yang dimilikinya. Bersama dengan bekas anggota Hahanokai, Rahmah mengatur dapur umum di kompleks perguran Diniyah Putri untuk kebutuhan TKR. Anggota-anggota TKR ini menjadi tentara inti dari Batalyon Merapi yang dibentuk di Padang Panjang.

Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda kedua, Belanda menangkap sejumlah pemimpin-pemimpin Indonesia di Padang Panjang. Rahmah meninggalkan kota dan bersembunyi di lereng Gunung Singgalang. Namun, ia ditangkap Belanda pada 7 Januari 1949 dan mendekam di tahanan wanita di Padang Panjang. Setelah tujuh hari, ia dibawa ke Padang dan ditahan di sebuah rumah pegawai kepolisian Belanda berkebangsaan Indonesia. Ia melewatkan 3 bulan di Padang sebagai tahanan rumah, sebelum diringankan sebagai tahanan kota selama 5 bulan berikutnya.

Pada Oktober 1949, Rahmah meninggalkan Kota Padang untuk menghadiri undangan Kongres Pendidikan Indonesia di Yogyakarta. Ia baru kembali ke Padang Panjang setelah mengikuti Kongres Muslimin Indonesia di Yogyakarta pada akhir 1949. Rahmah bergabung dengan Partai Islam Masyumi. Dalam pemilu 1955, ia terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Sumatera Tengah. Melalui Konstituante, ia membawa aspirasinya akan pendidikan dan pelajaran agama Islam.

Pada 1956, Imam Besar Al-Azhar, Kairo, Mesir, Abdurrahman Taj, berkunjung ke Indonesia dan atas ajakan Muhammad Natsir, berkunjung untuk melihat keberadaan Diniyah Putri. Imam Besar tersebut mengungkapkan kekagumannya pada Diniyah Putri, sementara Universitas Al-Azhar sendiri saat itu belum memiliki bagian khusus perempuan.

Pada Juni 1957, Rahmah berangkat ke Timur Tengah. Usai menunaikan ibadah haji, ia mengunjungi Mesir memenuhi undangan Imam Besar Al-Azhar. Dalam satu Sidang Senat Luar Biasa, Rahmah mendapat gelar kehormatan “Syaikhah” dari Universitas Al-Azhar, dimana untuk kali pertama Al-Azhar memberikan gelar kehormatan itu pada perempuan.

Hamka mencatat, Diniyah Putri mempengaruhi pimpinan Al-Azhar untuk membuka Kuliyah Qismul Banaat (kampus khusus wanita) di Universitas Al-Azhar. Sejak saat itu Universitas Al-Azhar yang berumur 11 abad membuka kampus khusus wanita, yang diinspirasi dari Diniyah Putri di Indonesia yang baru seumur jagung.

Sebelum kepulangannya ke Indonesia, Rahmah mengunjungi Syria, Lebanon, Jordan, dan Iraq atas undangan para pemimpin negara tersebut.
Sekembalinya dari kunjungan ke berbagai negara di Timur Tengah, Rahmah merasa bahwa masa itu PKI punya pengaruh kuat shingga Ia merasa tidak nyaman berjuang di Jakarta, kemudian memilih kembali pulang ke Padang Panjang. Rahmah melihat bahwa mencurahkan perhatiannya untuk memimpin perguruannya.

Tampak pada foto, pahlawan ini mengenakan hijab syar'i dan baju kurung basiba dengan cara yang anggun, elegan dan modern yang menampakkan kecerdasannya dan kemajuannya dalam berpikir.

(diringkas dari berbagai sumber)

SYAIKH FARAZDAQ, Lidah Yang Terpotong Karena Memuji Rasulullah SAW



Dahulu di masa lalu seorang penyair hebat dan sangat terkenal y
aitu Syaikh Farazdaq dimana beliau selalu asyik memuji Rasulullah Saw., beliau mempunyai kebiasaan melakukan ibadah haji setiap tahunnya.

Suatu waktu ketika beliau melakukan ibadah haji kemudian datang berziarah ke makam Rasulullah Saw. dan membaca qasidah di makam baginda Saw. dan ketika itu ada seseorang yang mendengarkan qasidah pujian yang dilantunkannya.

Setelah selesai membaca qasidah, orang itu menemui Syaikh Farazdaq dan mengajak beliau untuk makan siang ke rumahnya. Beliau pun menerima ajakan orang tersebut dan setelah berjalan jauh hingga keluar dari Madinah al-Munawwarah sampailah keduanya di rumah yang dituju.

Sesampainya di dalam rumah, orang tersebut memegangi Syaikh Farazdaq dan berkata: “Sungguh aku sangat membenci orang-orang yang memuji-muji Muhammad, dan kubawa engkau ke sini untuk ku gunting lidahmu!”

Maka orang itu menarik lidah beliau lalu mengguntingnya dan berkata: “Ambillah potongan lidahmu ini dan pergilah untuk kembali memuji Muhammad!”

Maka Syaikh Farazdaq pun menangis kerana rasa sakit dan juga sedih tidak boleh lagi membaca syair untuk Sayyidina Muhammad Saw. Kemudian beliau datang ke makam Rasulullah Saw. seraya berdoa: “Ya Allah jika penghuni makam ini tidak suka atas pujian-pujian yang aku lantunkan untuknya maka biarkan aku tidak lagi bolih berkata kata seumur hidupku, kerana aku tidak memerlukn lidah ini kecuali hanya untuk memujiMu dan memuji NabiMu. Namun jika Engkau dan NabiMu redha maka kembalikanlah lidahku ini ke mulutku seperti semula.”

Beliau terus menangis hingga tertidur dan bermimpi berjumpa dengan Rasulullah Saw. yang berkata: “Aku suka mendengar pujian-pujianmu, berikanlah potongan lidahmu.”

Lalu Rasulullah Saw. mengambil potongan lidah itu dan mengembalikannya pada tempatnya semula. Ketika Syaikh Farazdaq terbangun dari tidurnya beliau mendapati lidahnya telah kembali seperti sediakala, maka beliaupun bertambah dahsyat memuji Rasulullah Saw.

Hingga di tahun selanjutnya beliau datang lagi menziarahi Rasulullah Saw. dan kembali membaca pujian-pujian untuk Rasulullah Saw. Dan di saat itu datanglah seorang yang masih muda dan gagah serta berwajah cerah menemui beliau dan mengajak beliau untuk makan siang di rumahnya.

Beliau teringat kejadian tahun yang lalu namun beliau tetap menerima ajakan tersebut sehingga beliau dibawa ke rumah anak muda itu. Sesampainya di rumah anak muda itu, beliau dapati rumah itu adalah rumah yang dulu pernah beliau datangi lalu lidah beliau dipotong.

Anak muda itu pun meminta beliau untuk masuk yang akhirnya beliau pun masuk ke dalam rumah itu hingga mendapati sebuah kurungan besar terbuat dari besi dan di dalamnya ada seekor kera yang sangat besar dan kelihatan sangat ganas, maka anak muda itu berkata: “Engkau lihat kera besar yang ada di dalam kandang itu, dia adalah ayahku yang dahulu telah menggunting lidahmu, maka keesokan harinya Allah mengubahnya menjadi seekor kera.”

Dan hal yang seperti ini telah terjadi pada ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah Swt.:

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ ( الأعراف :166 )

“Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang, Kami katakan kepada mereka: “Jadilah kalian kera yang hina”. (QS. al-A’raf ayat 166)

Kemudian anak muda itu berkata: “Jika ayahku tidak boleh sembuh maka lebih baik Allah matikan saja.”

Maka Syaikh Farazdaq berdoa: “Ya Allah aku telah memaafkan orang itu dan tidak ada lagi dendam dan rasa benci kepadanya.”

Dan seketika itu pun Allah Swt. mematikan kera itu dan mengembalikannya pada wujud yang semula.

Dari kejadian ini jelaslah bahwa sungguh Allah Swt. mencintai orang-orang yang suka memuji Nabi Muhammad Saw. Kerana pujian kepada Nabi Muhammad Saw. disebabkan oleh cinta dan banyak memuji kepada Nabi Muhammad Saw. bererti pula banyak mencintai beliau Saw.

Dan semakin banyak orang yang berzikir, bersalawat dan memuji Nabi Muhammad Saw., maka Allah akan semakin menjauhkan kita, wilayah kita dan wilayah-wilayah sekitar dari musibah dan digantikan dengan curahan rahmat.

Yaa sayyidi... yaa rosuulaalloh...@MHR

SELAMAT TINGGAL ROMADHON, Semoga Tahun Depan Kita Berjumpa Kembali

مــودع مــودع يارمضـــان في وداعـة الله يا رمضان
Aku titipkan engkau wahai Ramadan kepada Allah, selamat tinggal wahai Ramadan
بروق الحما ابرقي يابــروق عسى الله يسقي بك المجدبين
Gemerlap cahaya kilat tempat ini, semoga menyinari hati, dan menyirami hati manusia yang kekeringan.
عسى اغصاننا الداوية تنـتعش وتثـــمر مع جملة المثمرين
Semoga reranting yang berpenyakit akan menjadi bersemi dan berbuah beserta golongan mereka yang telah berbuah.
فيا محيى الميت بعد الفنــــا بقـدرتك يااحسن الخالقين
Wahai Dzat yang bisa menghidupkan yang mati sesudah Fana, dengan kehendak-Mu semua ini Wahai sebaik pencipta.
ويارافع العرش يـــاذاالعلا ويااكرم الاكرمين اجمعين
Wahai Dzat yang mengangkat Arsy, Wahai Dzat yang Maha tinggi
Wahai Tuhan yang paling mulia dari semuanya.
عسى نفحة منك تدني المنى برحمتك ياارحم الراحمين
Semoga tiupan Rahmat-Mu mendekatkan angan angan kami,
Dan dengan Rahmat-Mu Wahai yang paling penyayang.
اذالم تجد يـــا وسيع العطا فمن ذا لأهل الخطا المذنبين
Kalau Engkau tidak lagi berbaik, wahai Yang Maha luas pemberian-Nya
Lalu kemana lagi orang orang yang banyak salah dan banyak dosa ini.
فلا مانع لك على ما تشــاء في الكون يا أقـــدر القادرين
Tiada yang bisa menghalangi kehendak-Mu, di alam semesta ini
Wahai Dzat yang paling maha kuasa.
فلي قلب حائر قليل الهدى فبـصره يا هـادي الحائرين
Hatiku ini selalu bingung, sedikit rasanya petunjuk ini
Maka berilah kewaspadaan Wahai Petunjuk Semua yang kebingungan.
اذا فاز اهل الهدى بالعــلا وبــالفوز يا حسرة المبطلين
Apabila mereka yang ahli hidayah sudah merasa beruntung dan sukses
Maka aduh celakanya yang masih di jalan kebatilan.
اذا صفت اقدامهم فى الدجى وطابت منـاجاة اهل اليقين
Apabila mereka sudah merapatkan barisan di waktu gelap gulita,
Dan mereka menikmati indahnya munajatnya Ahlil yaqiin
وطاب المقام لأهل السقــام في اللــيل يا حسرة الغافلين
Tempat mereka indah dan cocok bagi yang masih berpenyakit
Di malam hari, aduh sesalnya orang orang yang masih lalai.
ايا قلبي الســوء الا ترعــوي وكم تعصي الله في العـاصين
Wahai hatiku yang jahat, kenapa engkau tak lagi mau meminumnya
Sudah banyak durhakamu kepada Allah, engkau golongan para duraka.
فلا تغررك قول من قال فيك ولا ينفــــعك كثرة المــادحين
Janganlah kau tertipu oleh omongan orang lain yang berkata kepadamu, karena tidak ada gunanya banyaknya pujaan orang yang memujimu.
وسيلتي يـــا رب بالمصطفى شــفيع الورى سيد المرسلين
Perantaraku adalah Nabi Pilihan-Mu Wahain Tuhanku
Dialah pemberi syafaat manusia dan pemimpin para utusan.
وبالانبيـــــاء واصحــابهم مــع الهـــم ثـــم التــابعـين
Dan dengan para Nabi, sahabat, keluarga serta para Tabiin.
وبأسمـــائك الله يا خالقي وبالصحف ثم الكتاب المـبين
Dan dengan Asma-Mu yaa Allah penciptaku, dengan semua kitab-Mu
Kemudian kitab al-Quran penjelasan semuanya.
وبالاوليـــــاء وأسـرارهم وبأهل الشريعة واهـل اليقين
Dan dengan para Wali serta sir mereka, juga para ulama' ahli syari'at dan ulama' ahli yaqin
تفضل بغـفران كل الذنوب نكون جميــعا من الفائزين
Ampunilah semua dosa dosa kami, maka kami semua tergolong dari barisan orang orang yang beruntung.
وجد بالرضا وجزل العطا واشمل به جملة الحاضرين
Berikanlah ridlo-Mu kepada kami, dan pemberian yang agung, dan semua para hadirin dapat bagian menyeluruh.
فانت الرؤوف الكريم الرحيم ولا يضجرك كثرة السائلين
Karena Engkau Maha kasih Maha mulya juga maha Penyayang
Tidak sulit bagi-Mu banyaknya permintaan para pemohon.
خزائنك بالـــجود لا تنتهي لكثرة عطايــاك للراغبين
Gudang gudang kemurahan-Mu tak kan bisa habis
Walaupun telah banyaknya pemberian-Mu kepada para pecinta-Mu.
وصلوات الله يا ذاالعلا على المصطفى كل وقت وحين
Semoga sholawat Allah, yang memiliki kedudukan tinggi, untuk Nabi pilihan-Mu setiap waktu dan setiat saat.

SALAMAN


SALAMAN, pada mulanya adalah tradisi  penduduk Yaman, Rasulullah SAW kemudian mentradisikannys di kalangan kaum Muslimin.

Dalam satu hadis beliau mnyatakn, 'Tiada dua orang Muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan diampunkan dosa keduanya sebelum berpisah"

Salaman adalah lambang kedamaian. Salaman tidak dilakukan oleh dua orang yang bermusuhan dan mendendam. 

Sebagaimana telah menjadi tradisi dalam Ahlusunnah Waljamaah setiap kita selesai melaksanakan ibadah sholat kita menyambungnya dengan saling bersalaman. Sesungguhnya tradisi salaman setelah sholat adalah manifestasi  dari sikap tindak lanjut setelah seorang hamba memohon ridho kepada Rabbnya (sholat) dilanjutkan dengan saling ridho dengan sesama mahluk. Perpaduan yang indah antara simbol keshalehan spiritual dan keshalehan sosial. 
Begitu para salaf mencontohkan. 


Begitu juga salaman seorang istri dengan mencium tangan suami, adalah sesuatu yang baik dan dianjurkan, sebab dalam mencium tangan suami disana terkandung doa istri agar Allah menjaga tangan suaminya dari hal-hal yang dibenci olehNYA, dan juga doa agar sang suami terhindar dari mengambil sesuatu yang bukan haknya. 

Demikian pula semangat dan ketenangan suami itu terletak pada kening istrinya, dan sumber ketenangan dan kekuatan seorang istri itu ada di punggung tangan suaminya, wallahu a'lam. (Khotib-PPNHA)

Minggu, 02 Juni 2019

SURGA, KAMPUNG HALAMAN SESUNGGUHNYA

 لا نملك تغییر الماضي
Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi

و لا رسم واقع المستقبل
Juga tidak bisa menggariskan kepastian masa depan

فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan?

على شيئ لا نستطیع تغییره
atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah

الحیاه قصیرة كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak

فانظر الى السحاب و لا تنظر الى التراب
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

اذا ضاقت بك الدروب فعلیك بعلام الغیوب و قل الحمدلله على كل شيئ
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja


سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang

وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang

الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia

التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah swt


نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض بل نحن ننتمي إلى الجنّة
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga

حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة
Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali

فحاول أن تعمل ما بوسعك لتلحق بقافلة الصالحين التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana, Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ سنجتمَع في الآخره الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه والآخر في النار
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh, atau karena ditinggal orang tercinta, bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat.
Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka

جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya
آَمِيّـٍـِـنْ
_______________
(Edited/Khotib/PPNHA)


KENANGAN TERAKHIR DI ANDALUSIA

Abdillah Muhammad bin Al Ahmar, ia keluar dari istana kerajaan dengan hina.
Malam itu, Andalusia telah jatuh ke tangan kerajaan katolik setelah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih dari 800 tahun....
Kini, ia tinggalkan istana dengan hati pilu, dadanya sesak, Hingga sampai di sebuah bukit yang cukup tinggi.
Dari sana ia menatap Istana Al Hambra, istana yang megah sbg tonggak bhw kejayaan islam pernah brada di spanyol. Ia menangis tersedu-sedu hingga jenggotnya basah kuyup dengan air mata.
Melihat hal itu, ibunya berkata,
"Menangislah!
Menangislah seperti perempuan!, karena kau tidak mampu menjaga kerajaanmu sebagaimana laki-laki perkasa!!"
Sejak saat itu kekuasaan Islam di bumi Eropa tlh berakhir di Andalusia,
dan belum pernah bangkit lagi hingga detik ini. 
Sebagaimana sejarah-sejarah sebelumnya menulis, Stlh dikalahkan kerajaan katolik, Umat Islam saat itupun sama, diberi pilihan: Masuk kristen, atau dibunuh/diusir.
Sejarah itu, tertulis dibanyak memoar, script dan dinding-dinding Alhambra.

Tahukah apa penyebab jatuhnya Andalusia!?
Catatlah,
1. Masyarakat yg teramat Cinta dunia, mulai meninggalkan ajaran dan syariat islam-alquran, sunnah dn salaf
2. Meninggalkan Amar ma'ruf dn menfitnah orang-oramg yg menegakannya, bnyak ulama dn fuqoha yg ditangkap krn brseberangan dg penguasa
3. Berkubangnya kemaksiatan, bertetangan dg Syariat mnjadi perkara lumrah
4. Menyerahkan urusan bukan pada ahlinya, tampuk2 pimpinan diserahkn kpd yg tak paham dg kebutuhan umat
5. Merosotnya pendidikan agama, banyak juhala yang dijadikan rujukan-rujukan
6. Terpecah belahnya umat, saling mnghujat dn mnghasut.

Mari jadikan  5 sabab diatas sebagai pelajaran terbaik bagi generasi Islam hari ini, khususnya bangsa Indonesia, Karena sebab-sebab kejatuhan itu akan selalu sama..... 

Ya Allah karunaikan kepada kami pemimpin-pemimpin yang amanah, yang senantiasa mengajak untuk menyembahMu, anugerahi masyarakt kami kerukunan, pertautkan kami umat Islam dalam pertalian yang sama, Bihablillahi jami'an.
Janganlah Engkau sampai jadikan para leluhur dan pendahulu kami berkata pula, "Menangislah seperti perempuan menangis, Karena kau tidak bisa menjaga bangsa dn agamamu ini"

Naudzubillahi min dzalik, smoga kita dijuhkam dari yang demikian. (Khotib PP.NHA-dari berbagai sumber)

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...