Abdillah Muhammad bin Al Ahmar, ia keluar dari istana kerajaan dengan hina.
Malam itu, Andalusia telah jatuh ke tangan kerajaan katolik setelah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih dari 800 tahun....
Kini, ia tinggalkan istana dengan hati pilu, dadanya sesak, Hingga sampai di sebuah bukit yang cukup tinggi.
Dari sana ia menatap Istana Al Hambra, istana yang megah sbg tonggak bhw kejayaan islam pernah brada di spanyol. Ia menangis tersedu-sedu hingga jenggotnya basah kuyup dengan air mata.
Melihat hal itu, ibunya berkata,
"Menangislah!
Menangislah seperti perempuan!, karena kau tidak mampu menjaga kerajaanmu sebagaimana laki-laki perkasa!!"
Sejak saat itu kekuasaan Islam di bumi Eropa tlh berakhir di Andalusia,
dan belum pernah bangkit lagi hingga detik ini.
Sebagaimana sejarah-sejarah sebelumnya menulis, Stlh dikalahkan kerajaan katolik, Umat Islam saat itupun sama, diberi pilihan: Masuk kristen, atau dibunuh/diusir.
Sejarah itu, tertulis dibanyak memoar, script dan dinding-dinding Alhambra.
Tahukah apa penyebab jatuhnya Andalusia!?
Catatlah,
1. Masyarakat yg teramat Cinta dunia, mulai meninggalkan ajaran dan syariat islam-alquran, sunnah dn salaf
2. Meninggalkan Amar ma'ruf dn menfitnah orang-oramg yg menegakannya, bnyak ulama dn fuqoha yg ditangkap krn brseberangan dg penguasa
3. Berkubangnya kemaksiatan, bertetangan dg Syariat mnjadi perkara lumrah
4. Menyerahkan urusan bukan pada ahlinya, tampuk2 pimpinan diserahkn kpd yg tak paham dg kebutuhan umat
5. Merosotnya pendidikan agama, banyak juhala yang dijadikan rujukan-rujukan
6. Terpecah belahnya umat, saling mnghujat dn mnghasut.
Mari jadikan 5 sabab diatas sebagai pelajaran terbaik bagi generasi Islam hari ini, khususnya bangsa Indonesia, Karena sebab-sebab kejatuhan itu akan selalu sama.....
Ya Allah karunaikan kepada kami pemimpin-pemimpin yang amanah, yang senantiasa mengajak untuk menyembahMu, anugerahi masyarakt kami kerukunan, pertautkan kami umat Islam dalam pertalian yang sama, Bihablillahi jami'an.
Janganlah Engkau sampai jadikan para leluhur dan pendahulu kami berkata pula, "Menangislah seperti perempuan menangis, Karena kau tidak bisa menjaga bangsa dn agamamu ini"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar