Jumat, 21 November 2025

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU


Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beramal, rajin beribadah, pandai menjaga marwah, cerdik pandai dan berhati-hati, dsb. Padahal jika kita mau jujur, setiap dari kita penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela. 

Muhamad bin Wasi, seorang ulama besar dari kalangan Tabi'in berkata:

لَوْ كَانَ لِلذُّنُوْبِ رِيْحٌ مَا جَلَسَ إِلَيَّ أَحَدٌ

“Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tidak seorangpun yang mau duduk bersamaku”

Ketahuilah bahwa sesungguhnya ada Allah yang terus menutupi segala aib kita di hadapan manusia. Jika satu aib saja diungkap oleh Allah, yakinlah, semua penghormatan dan pujian manusia akan berubah menjadi celaan.  Kita juga akan malu, semalu-malunya, menjadi hina.

Oleh karena itu jangan ujub dengan amalan kita. Jangan terpedaya dengan pujian yang diberikan. Jangan pernah riya dengan kebajikan yang diperbuat. Karena Sungguh jika bukan karena karunia dan Rahmat Allah,  kita semua pasti akan tesungkur oleh nafsu. Terombang-ambing dalam keburukan satu dan keburukan lainnya. 

 وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Sungguh kalaulah bukan karena karunia dan rahmat Allah bagi kalian semua, niscaya  tidak seorangpun yang dapat terbebas dari perbuatan keji dan kemungkaran, akan tetapi Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dengan karunia-Nya. Allah Maha Mendengar perkataan kalian dan Maha Melihat perbuatan kalian. (Alqur'an)

Maka kemulian kita hari ini, nampak baiknya kita hari ini, masih beribadahnya kita hari ini, masih bisa beramal sholih, sehingga nampak baik di hadapan makhluk, adalah karena pertolongan Allah semata. kemuliaan ini bukan darimu, tapi dari Allah SWT yang menjaga kita, yang memberikan petunjuk pada kita, yang memilihkan kita pada Taqdir kebaikan, dan yang masih terus menutupi aib kita. 

Maka mari kita bermohon kepada Allah, agar Allah senantiasa memberikan kita terus cenderung pada kebaikan, serta ditutupi segala aib kita. 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى دِينِى وَدُنْيَاىَ وَأَهْلِى وَمَالِى اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِى

“Yaa Allah sesungguhnya aku meminta kepada Mu ‘Afiyah (keselamatan, perlindungan) di dunia dan akhirat. Yaa Allah aku memohon kepada Mu kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Yaa Allah tutupilah auratku (aib-aibku)”

Yaa Allah, terima kasih atas segala karunia dan RahmatMu, terus tutupilah aib-aib kami di dunia dengan RohmanMu, dan tutuplah aib kami di akhirat dengan RohimMu. 

Yaa Allah, tenangkanlah kami dari kegelisahan dan kekhawatiran yang melanda kami. Gembirakan kami dengan karuniamu melalui pilihan-pilihan Taqdir kebaikan pada kami. 

Yaa Allah, jagalah kami dari arah depan dan belakang kami, arah kanan dan kiri kami, kami berlindung dengan kebesaran-Mu yaa Allah, jangan pula hinakan kami dari arah bawah kami, yaitu saat dimana kami nanti harus kembali ke bawah tanah, Yaa Allah Yaa Robbal alamiin.  (Khotib-PPNHA)




Kamis, 16 Oktober 2025

RAHASIA BERBAGI

"Bagaimana mungkin aku berani menolak harapan orang yang datang kepadaku, sementara aku sendiri banyak berharap kepada Allah" (Syekh Ramadhan Albutti)

Kalimat yang sederhana dari seorang tokoh Tasawwuf Syekh Ramadhan Albutti, tapi terasa menampar wajah kita yang selama ini masih senang menutup pintu pada orang-orang yang datang mengharapkan sesuatu pada kita,  seperti pada pengemis yang kita abaikan karena nampak masih gagah, atau pada pengamen dan peminta-minta di lampu merah, kita menolak memberikan sekedarnya hanya karena dzon "jangan-jangan uang yang kita berikan digunakan untuk bermaksiat", atau menolak orang yang datang meminjam hutang, hanya karena khawatir  uang kita tidak kembali (padahal bisa saja kita niatkan membantu semampunya tanpa harus menghutangi). 

Bisa jadi  orang-orang itu adalah "ujian situasi" yang sengaja didatangkan oleh Allah untuk menilai seberapa tinggi keegoisan kita yang hanya paham bahasa "meminta" kepada Allah, tapi berat hati untuk "berbagi" kepada sesama hamba/makhluk Allah yang sedang berharap.

"Kecuali kamu sudah tidak berharap apapun kepada Rabb-mu, maka silahkan tolaklah" demikian Syekh Ramadhan memungkasi wasiatnya.  

Nabi kita, Rasulullah Muhammad SAW Bersabda:

السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللهِ قَرِيبٌ مِنَ الجَنَّةِ قَرِيبٌ 

مِنَ النَّاسِ  بَعِيدٌ مِنَ النَّارِ

 وَالبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنَ اللهِ بَعِيدٌ مِنَ الجَنَّةِ 

    بَعِيدٌ مِنَ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنَ النَّارِ

 “Orang dermawan  itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sedangkan orang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga dan dekat dengan neraka.” (HR Al-Tirmidzi)

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

“Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Tuhan dan mencegah dari kematian yang tidak baik.” (HR Al-Tirmidzi) 

Allah Swt berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً

 فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ 

وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.” (QS. Al-Baqarah : 274)

kepada  kalian yang senantiasa gemar berbagi, bersedekah, berinfaq, maka selamat dan berbahagialah, setidaknya ada tiga janji Allah SWT bagi orang-orang yang sering menginfakkan hartanya baik di kala siang maupun malam, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Pertamaفَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ, mendapatkan pahala dan ganjaran sempurna dari Allah SWT Kedermawanan seseorang akan mengantarkannya memperoleh surga dan kedekatan dengan Allah SWT.

Keduaوَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ, orang-orang yang dermawan tidak akan merasa takut dan khawatir akan azab Allah. Sebab, dengan sedekah dan amal saleh yang ia lakukan menjadi benteng untuk melindunginya dari azab di hari kiamat. 

Ketigaوَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, mereka akan senantiasa merasakan ketenangan hidup, jauh dari kesedihan dan gundah gulana. Di dunia ia akan merasakan kebahagiaan tersendiri ketika mampu berbagi kepada orang lain, di akhirat kelak ia akan memperoleh kebahagiaan hakiki di sisi Allah SWT.

Bagi kalian yang sementara ini sedang tidak bisa berbagi dengan hartanya, ketahuilah, senyummu pada saudaramu adalah shodaqoh, pemberian maafmu pada yang salah adalah shodaqoh, menjaga hati saudaramu juga shodaqoh. 

(Khotib-PPNHA)


Jumat, 19 September 2025

ANTARA KITA DAN NABI ADAM

 

Di ujung bulan Maulid ini, mari sejenak dengarkan curhatan Nabi Adam A.S, tentang kita, umat Nabi Muhammad, SAW. 

وَذُكِرَ أَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ قَالَ: إِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى أَعْطَى أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ﷺ أَرْبَعَ كَرَامَاتٍ مَا أَعْطَانِيهَا

Disebutkan bahwa Adam AS berkata: "Sesungguhnya Allah Ta'ala memberikan kepada umat Nabi Muhammad empat kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku."

 أَحَدُهَا أَنَّ قَبُولَ تَوْبَتِي كَانَ بِمَكَّةَ وَأُمَّةُ مُحَمَّدٍ ﷺ يَتُوبُونَ فِي كُلِّ مَكَانٍ فَيَتَقَبَّلُ اللّٰهُ تَوْبَتَهُمْ

"Pertama, sungguh diterimanya taubatku ketika aku telah berada di Makkah, setelah aku berkeliling dunia ratusan tahun, sedangkan umat Nabi Muhammad SAW dapat bertaubat di setiap tempat, dimanapun, dan Allah menerima taubat mereka."

وَالثَّالِثُ إِنِّي لَمَّا عَصَيْتُ فُرِّقَ بَيْنِي وَبَيْنَ امْرَأَتِي وَأُمَّةُ مُحَمَّدٍ ﷺ يَعْصُونَ وَلَا يُفَرَّقُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ أَزْوَاجِهِمْ

"Kedua, sesungguhnya dahulu aku ketika diciptakan dalam kondisi berpakaian, lalu ketika aku bermaksiat, Allah menurunkanku ke dunia dalam keadaan telanjang. Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat, namun Allah tetap memberi kan pakaian kepada mereka dan meutup aib mereka."

"Ketiga, sesungguhnya ketika aku bermaksiat satu kali, Allah langsung memisahkanku dari istriku. Dipisahkan aku dengannya beratus-ratus tahun, Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat berkali-kali, namun tidak dipisahkan antara mereka dan istri-istri mereka."

 وَالرَّابِعُ إِنِّي عَصَيْتُ فِي الْجَنَّةِ فَأَخْرَجَنِي مِنْهَا وَأُمَّةُ مُحَمَّدٍ ﷺ يَعْصُونَ خَارِجَ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُونَهَا بِالتَّوْبَةِ

"Keempat, sesungguhnya aku bermaksiat di dalam surga, lalu Allah mengeluarkan aku dari surga. Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat di luar surga, namun mereka dapat masuk surga dengan tobat mereka."

 (Kitab Tanbihul Ghofilin, halaman 510)

Dari kisah tersebut hendaknya kita benar-benar menyadari bahwa tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur atas diciptakan dan dilahirkannya Nabi Muhammad SAW ke dunia. dan dari sekian banyak umat, betapa beruntungnya kita dijadikan oleh Allah terlahir sebagai umat Nabi Muhammad. Oleh karena itu, mari kita wujudkan rasa syukur itu dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta‘ala, serta meneladani dan mengamalkan sunah-sunah yang beliau ajarkan.

"Sesungguhnya manusia berada dalam keadaan sesat dan bingung. Maka Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan jalan yang mengantarkan kepada pahala Ridho Allah, menjelaskan hukum-hukum syariat, serta membedakan antara yang halal dan yang haram, menunjukan antara yang haq dan bathil. Dan sungguh, setiap Nabi sebelum Nabi kita, apabila kaumnya mendustakan risalahnya, Allah langsung membinasakan mereka: ada yang ditelan bumi, ada yang diubah bentuknya, atau ditenggelamkan ke laut, ada yang ditimpa gunung berapi, ada yang dijadikan batu. Namun khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW, Allah menangguhkan azab-Nya hingga ajal mereka tiba (agar mereka diberikan kesempatan bertaubat), dan dengan keberadaan beliau Nabi Muhammad, azab yang membinasakan itupun diangkat.” (Tafsir Marah Labid karya Syekh Nawawi  Al-Bantani, jilid 2 halaman 63) 

Jangan sia-siakan anugerah ini. Mumpung masih ada nafas, mumpung masih merasakan matahari bersinar, itu berarti Allah masih memberi kesempatan untuk kita memperbaiki diri, agar menjadi lebih baik lagi dalam beribadah dan beramal. Sampai datang ajal, kesempatan yang diberikan itu berarti sudah tidak ada lagi. (khotib-ppnha)

Rabu, 27 Agustus 2025

MARI NYATAKAN CINTA KEPADANYA


***

Maha suci dan Maha luhurlah Allah, yang telah menciptakan cahaya NabiNya-Muhammad SAW-dari cahayaNya, sebelum menciptakan Adam dari tanah.

Allah menampakkan keagungan cahaya kekasihnya kepada semua penghuni syurga dan semesta “Inilah adalah kekasihKu, hamba pilihanKu yang paling Kucintai, yang paling agung, dan paling mulia”

***

Saat Allah menciptakan Nabi Adam, para malaikat pun bertanya, apakah yang Kau maksud ini adalah nabi Adam ya Allah?. Allah menjawab "Bukan, tapi karena kekasihku ini,  Adam kuberi derajat yang tinggi"

Zaman berganti, lalu Allah utus nabi Nuh. Malaikatpun bertanya, Apakah ia adalah Nuh?, Allah pun menjawab,  "Bukan, namun karena kekasihku itu, Nuh aku selamatkan dari banjir yang menenggelamkan, saat keluarga dan kerabat yang melawannya binasa"

Lalu diutus Nabi Ibrohim. Maka para malaikatpun bertanya, apakah dia adalah Ibrohim? Allah pun menjawab: "kerena kekasihku itu, Ibrohim Aku mampukan berhujjah dan mengalahkan para penyembah berhala dan bintang"

Diakah Musa yang Kau Maksud ya Allah, Allah menjawab: "Musa adalah saudaranya, tetapi ini adalah kekasihKu, dan karena kemuliaan kekasihKu musa menerima kalamKu dan menyampaikannya" 

Lalu saat Allah mengutus Nabi Isa, dikatakan bahwa malaikatpun bertanya lagi, mungkinkah yang Kau maksud adalah Isa, ya Allah?.  Allah menjawab: "Isa-lah yang memeberi kabar gembira akan kedatangannya, seperti penjaga pintu. Jarak antara keduanya begitu dekat"

Serempak para malaikat bertanya, lalu siapakah dia kekasih yang mulia ini, yang Engkau beri pakaian kemuliaan yang begitu agung,  Engkau beri  kepadanya mahkota kebesaran para nabi dan utusan, dan Engkau berikan imamah kepimpinan atas semua makhluk?

ِAllah menjawab, "dia adalah Seorang Nabi yang aku pilih dari keturunan Luai ibn Gholib. Aku tetapkan padanya ibu dan bapaknya meninggal pada saat ia masih kecil, kemudian kakeknya yang akan merawatnya, lalu dirawat oleh pamannya yang  penyayang, (Disadur dari kitab Maulid Ad-Diba'i)

***

Selamat datang bulan Maulid, bulan kelahiran pemimpin alam semesta baik yang nyata dan yang ghoib. Yang tidak ditemukan kata-kata yang dapat mewakili cinta dan kerinduan padanya. 

Kepada orang-orang yang rindu hatinya, yang melangit doanya berharap berjumpa dan meminta pembelaannya, namun selalu tergopoh-gopoh amalnya, SELAMAT MEMPERINGATI MAULID NABI, 12 Rabiul Awal, 1448 H. 

"Siapa yang mencintaiku, kelak akan Allah kumpulkan bersamaku" (Nabi Muhammad, SAW) 

(Khotib/PPNHA)

Jumat, 22 Agustus 2025

YAA ALLAH, JANGAN BIARKAN AKU..


"Ya Allah, aku belum mendirikan sholat sebagaimana yang layak menurutMu,

Ya Allah, aku juga tidak berpuasa sebagaimana Nabi Daud berpuasa,

Dan ketika aku sakit, aku juga tidak memiliki kesabaran sebagaimana Nabi Ayyub, 

Aku juga tidak bertasbih sebanyak Nabi Yunus di dalam perut ikan,

Dan aku tidak memegang agamaku dengan kekuatan dan keteguhan sebagaimana Nabi Yahya memegangnya,

Dan aku juga belum mencapai derajat kelapangan dada dan kemurahan hati sebagaimana baginda Nabi Muhammad SAW...

Namun, seperti halnya mereka ya Allah, aku mencintaiMu, dan Engkau tetaplah Tuhanku. 

Aku adalah hamba yang tergelincir, yang menjadi lemah  karena dosa, dan menjadi kuat karena ketaatan,

Maka ya Allah, 

Kuatkanlah aku..

Kuatkanlah aku...

Pilihkanlah amal dan perbuatan baik bagiku, jangan Engkau biarkan aku dengan pilihanku sendiri, karena Engkau tahu aku tak kuasa mengatur hidupku.." 🤲🏼

وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

 وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...