Jumat, 19 September 2025

ANTARA KITA DAN NABI ADAM

 

Di ujung bulan Maulid ini, mari sejenak dengarkan curhatan Nabi Adam A.S, tentang kita, umat Nabi Muhammad, SAW. 

وَذُكِرَ أَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ قَالَ: إِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى أَعْطَى أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ﷺ أَرْبَعَ كَرَامَاتٍ مَا أَعْطَانِيهَا

Disebutkan bahwa Adam AS berkata: "Sesungguhnya Allah Ta'ala memberikan kepada umat Nabi Muhammad empat kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku."

 أَحَدُهَا أَنَّ قَبُولَ تَوْبَتِي كَانَ بِمَكَّةَ وَأُمَّةُ مُحَمَّدٍ ﷺ يَتُوبُونَ فِي كُلِّ مَكَانٍ فَيَتَقَبَّلُ اللّٰهُ تَوْبَتَهُمْ

"Pertama, sungguh diterimanya taubatku ketika aku telah berada di Makkah, setelah aku berkeliling dunia ratusan tahun, sedangkan umat Nabi Muhammad SAW dapat bertaubat di setiap tempat, dimanapun, dan Allah menerima taubat mereka."

وَالثَّالِثُ إِنِّي لَمَّا عَصَيْتُ فُرِّقَ بَيْنِي وَبَيْنَ امْرَأَتِي وَأُمَّةُ مُحَمَّدٍ ﷺ يَعْصُونَ وَلَا يُفَرَّقُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ أَزْوَاجِهِمْ

"Kedua, sesungguhnya dahulu aku ketika diciptakan dalam kondisi berpakaian, lalu ketika aku bermaksiat, Allah menurunkanku ke dunia dalam keadaan telanjang. Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat, namun Allah tetap memberi kan pakaian kepada mereka dan meutup aib mereka."

"Ketiga, sesungguhnya ketika aku bermaksiat satu kali, Allah langsung memisahkanku dari istriku. Dipisahkan aku dengannya beratus-ratus tahun, Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat berkali-kali, namun tidak dipisahkan antara mereka dan istri-istri mereka."

 وَالرَّابِعُ إِنِّي عَصَيْتُ فِي الْجَنَّةِ فَأَخْرَجَنِي مِنْهَا وَأُمَّةُ مُحَمَّدٍ ﷺ يَعْصُونَ خَارِجَ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُونَهَا بِالتَّوْبَةِ

"Keempat, sesungguhnya aku bermaksiat di dalam surga, lalu Allah mengeluarkan aku dari surga. Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat di luar surga, namun mereka dapat masuk surga dengan tobat mereka."

 (Kitab Tanbihul Ghofilin, halaman 510)

Dari kisah tersebut hendaknya kita benar-benar menyadari bahwa tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur atas diciptakan dan dilahirkannya Nabi Muhammad SAW ke dunia. dan dari sekian banyak umat, betapa beruntungnya kita dijadikan oleh Allah terlahir sebagai umat Nabi Muhammad. Oleh karena itu, mari kita wujudkan rasa syukur itu dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta‘ala, serta meneladani dan mengamalkan sunah-sunah yang beliau ajarkan.

"Sesungguhnya manusia berada dalam keadaan sesat dan bingung. Maka Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan jalan yang mengantarkan kepada pahala Ridho Allah, menjelaskan hukum-hukum syariat, serta membedakan antara yang halal dan yang haram, menunjukan antara yang haq dan bathil. Dan sungguh, setiap Nabi sebelum Nabi kita, apabila kaumnya mendustakan risalahnya, Allah langsung membinasakan mereka: ada yang ditelan bumi, ada yang diubah bentuknya, atau ditenggelamkan ke laut, ada yang ditimpa gunung berapi, ada yang dijadikan batu. Namun khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW, Allah menangguhkan azab-Nya hingga ajal mereka tiba (agar mereka diberikan kesempatan bertaubat), dan dengan keberadaan beliau Nabi Muhammad, azab yang membinasakan itupun diangkat.” (Tafsir Marah Labid karya Syekh Nawawi  Al-Bantani, jilid 2 halaman 63) 

Jangan sia-siakan anugerah ini. Mumpung masih ada nafas, mumpung masih merasakan matahari bersinar, itu berarti Allah masih memberi kesempatan untuk kita memperbaiki diri, agar menjadi lebih baik lagi dalam beribadah dan beramal. Sampai datang ajal, kesempatan yang diberikan itu berarti sudah tidak ada lagi. (khotib-ppnha)

3 komentar:

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...