"Bagaimana mungkin aku berani menolak harapan orang yang datang kepadaku, sementara aku sendiri banyak berharap kepada Allah" (Syekh Ramadhan Albutti)
Bisa jadi orang-orang itu adalah "ujian situasi" yang sengaja didatangkan oleh Allah untuk menilai seberapa tinggi keegoisan kita yang hanya paham bahasa "meminta" kepada Allah, tapi berat hati untuk "berbagi" kepada sesama hamba/makhluk Allah yang sedang berharap.
Nabi kita, Rasulullah Muhammad SAW Bersabda:
السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللهِ قَرِيبٌ مِنَ الجَنَّةِ قَرِيبٌ
مِنَ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنَ النَّارِ
وَالبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنَ اللهِ بَعِيدٌ مِنَ الجَنَّةِ
بَعِيدٌ مِنَ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنَ النَّارِ
“Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sedangkan orang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga dan dekat dengan neraka.” (HR Al-Tirmidzi)
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ
“Sesungguhnya sedekah itu
dapat meredam murka Tuhan dan mencegah dari kematian yang tidak baik.” (HR
Al-Tirmidzi)
Allah Swt berfirman:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً
فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ
وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Orang-orang yang menginfakkan
hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan,
mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan
tidak (pula) mereka bersedih.” (QS. Al-Baqarah : 274)
kepada kalian yang senantiasa gemar berbagi, bersedekah, berinfaq, maka selamat dan berbahagialah, setidaknya ada tiga janji Allah SWT bagi orang-orang yang sering menginfakkan hartanya baik di kala siang maupun malam, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
Pertama, فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ, mendapatkan
pahala dan ganjaran sempurna dari Allah SWT Kedermawanan seseorang akan
mengantarkannya memperoleh surga dan kedekatan dengan Allah SWT.
Kedua, وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ, orang-orang
yang dermawan tidak akan merasa takut dan khawatir akan azab Allah. Sebab,
dengan sedekah dan amal saleh yang ia lakukan menjadi benteng untuk
melindunginya dari azab di hari kiamat.
Ketiga, وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, mereka
akan senantiasa merasakan ketenangan hidup, jauh dari kesedihan dan gundah
gulana. Di dunia ia akan merasakan kebahagiaan tersendiri ketika mampu berbagi
kepada orang lain, di akhirat kelak ia akan memperoleh kebahagiaan hakiki di
sisi Allah SWT.
Bagi kalian yang sementara ini
sedang tidak bisa berbagi dengan hartanya, ketahuilah, senyummu pada saudaramu
adalah shodaqoh, pemberian maafmu pada yang salah adalah shodaqoh, menjaga hati saudaramu juga
shodaqoh.
(Khotib-PPNHA)
.png)