Menurut Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki Alhasani, Sholat Jum'at sebetulnya sudah disyariatkan sejak Nabi Muhammad SAW masih tinggal di Makkah sebelum hijrah ke Madinah, namun kondisi saat itu dimana kaum muslimin masih berjumlah sedikit dan terus diintimidasi dan disakiti kaum kafir Makkah, maka perintah sholat Jumat belum dapat dilaksanakan.
Sebelum Rasulullah pergi berhijrah ke Madinah, Nabi Muhammad sempat mengutus seorang sahabatnya yang bernama Mush’ab bin Umair bin Hasyim untuk terlebih dahulu berangkat berhijrah dengan rombongan awal. Setelah sampai dan menetap di kota Madinah Mush'ab bin Umair diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengajarkan Alquran pada penduduk Madinah.
Pada saat inilah sejarah shalat Jumat dimulai. Karena selain mengajarkan Alquran, sahabat setia Nabi tersebut juga meminta izin pada beliau untuk menyelenggarakan ibadah shalat Jumat dan Rasul dengan senang hati mengizinkannya. Diriwayatkan sholat Jumat pada masa awal ini masih dilaksanakan seperti sholat jamaah pada umumnya, tanpa didahului dengan Khutbah. Mush’ab bin Umair bin Hasyim kemudian dikenal sebagai salah satu sahabat pemegang Sanad Qiroatul Qur'an, juga orang yang pertama kali menginisiasi pelaksanaan ibadah sholat Jum'at ini.
Sementara itu, Nabi Muhammad sendiri baru bisa melakukah shalat Jumat ketika beliau dalam perjalanan berhijrah dan sudah berada di dekat Madinah. Pada waktu itu beliau berada di suatu daerah yang bernama Quba’, sebuah desa pinggiran Kota Madinah, beliau tinggal di rumah sahabat dekatnya yang lain yang bernama ‘Amr bin ‘Auf yang lebih dahulu berhijrah.
Rasulullah tiba di Quba pada hari Senin pada 12 bulan Rabi’ul Awwal. Kemudian tiga hari sesudahnya, yaitu hari Kamis, Nabi mendirikan sebuah masjid, yaitu masjid Quba, inilah masjid pertama bagi umat Islam yang didirikan oleh Rasulullah SAW. Dan esoknya pada hari Jumat, Nabi Muhammad bertemu lagi dengan sahabatnya Mush'ab bin Umair, yang menjemput Rasulullah sekaligus berniat mengadakan Shalat Jumat.
Mengetahui hal tersebut maka Nabi Muhammad kemudian mengajak para sahabat untuk mendirikan sholat Jumat bersama, sekaligus memberikan khutbah sebelum pelaksanaan shalat. Inilah khutbah pertama yang dilakukan oleh Rasul SAW. Sholat Jumat bersama Rasulullah ini didirikan di lembah/Wadi Ranuna, sekitar 4 km sebelum Madinah. Wallahu A’lam*. (Khotib.PPNHA, dari berbagai Sumber)
*Bersambung, lihat artikel berjudul "Inilah Isi Khutbah Jum'at Pertama Oleh Rasulullah" di blog ini