Seringkali kita meyakini bahwa segala kemuliaan yang kita
miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Padahal jika kita mau jujur, setiap
dari kita penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela. Muhamad bin Wasi berkata,
“Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tidak seorangpun yang mau duduk
bersamaku”
Jangn lupakan bahwa sesungguhnya ada Allah yang terus
menutupi segala aib kita di hadapan manusia. Jika satu aib saja diungkap oleh
Allah, yakinlah, semua pujian tersebut akan berubah menjadi celaan. Kita juga akan malu, semalu-malunya. Menjadi hina.
Oleh karena itulah, jangan pernah ujub dengan amalan kita.
Jangan pernah terpedaya dengan pujian yang diberikan. Jangan pernah riya dengan
kebajikan yang dipebuat.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ
الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ
وَالْعَافِيَةَ فِى دِينِى وَدُنْيَاىَ وَأَهْلِى وَمَالِى اللَّهُمَّ اسْتُرْ
عَوْرَتِى
“Yaa Allah sesungguhnya aku meminta kepada Mu ‘Afiyah di
dunia dan akhirat. Yaa Allah aku memohon kepada Mu ‘‘Afwaa dan ‘Afiyah pada
urusan agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Yaa Allah tutupi auratku
(aib-aibku)”
اللَّهُمَّ استُر عَوْرَاتي ، وآمِنْ
رَوْعَاتي ، اللَّهمَّ احفظني من بَينِ يَدَيَّ ومِن خَلْفي ، وَعن يَميني ، وعن
شِمالي ، ومِن فَوقي، وأعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحتي
“Yaa Allah tutupi auratku (aib-aibku), tenangkanlah aku dari
rasa takutku. Yaa Allah jagalah aku dari arah depan dan belakangku, arah kanan
dan kiriku, serta dari arah bawahku. Aku belindung dengan kebesaran Mu agar aku
tidak dihancurkan dari arah bawahku”. (Khtb-PPNHA)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar