Minggu, 18 Agustus 2024

Tahukah Anda?, INILAH 9 KEISTIMEWAAN TANAH PALESTINA!




Beberapa bulan ini kita disuguhi berita yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak, di era modern yang seharusnya penjajahan di atas muka bumi semestinya telah dihapuskan, kaum Zionis hingga hari ini dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak bersalah. Ribuan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. 75 tahun sudah pelestina di jajah, dan dalam 10 bulan ini saja (Agustus 2024), sudah 40.000 lebih saudara-saudara kita gugur dibantai zionis, dengan korban terbanyak adalah bayi, anak-anak dan wanita. 12 ribu lebih yang masih hilang dibawah reruntuhan. 90.000 lebih terluka. 

Menurut pengamat militer, Jumlah bom dari Israel dan amerika yang dijatuhkan di Gaza dalam 10 bulan ini, sudah hampir 3 kali lipat Bom Nuklir yang jatuhkan di Hiroshima & Nagasaki pada perang dunia ke-2.

Sebagai umat Islam tentu kita sudah sepatutnya mencintai dan membela Palestina, Karena Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya seharusnya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin. Setidaknya Ada sembilan alasan kenapa kita harus mencintai dan membela Palestina.

Pertama, di sana terdapat Masjid al-Aqsa, masjid tertua di dunia setelah Masjidil Haram. Masjidil Aqso Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam 'alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid al-Haram.

Kedua,
Masjidil Aqsa yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina, pernah menjadi kiblat shalat oleh Rasulullah shallallahu 'alaih wasallam sebelum turun perintah untuk berqiblat ke Ka’bah baitullah.

Ketiga, Masjidil Aqsa yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina, adalah titik akhir perjalanan Isra' dan titik awal perjalanan Mi'raj. Isra' dan Mi'raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Di sana pula Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh Nabi dan Rosul, mulai Nabi Adam ‘alaihis salam hingga Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.

Keempat, Palestina adalah negeri para Nabi dan Rasul. Banyak sekali para Nabi dan Rasul yang pernah diutus di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi ‘Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk mendakwahi Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak.

Kelima, di sana terdapat Kota Baitul Maqdis, ardhul mahsyar wal mansyar, tempat kelak dikumpulkannya seluruh manusia yang masih hidup menjelang hari kiamat. dan tempat dikumpulkannya umat manusia (mahsyar) setelah hari kiamat

Keenam, sesuai hadist nabi, di sanalah kelak Dajjal akan terbunuh di tangan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.

Ketujuh, Palestina adalah bagian dari daratan Syam yang didoakan berkah oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam doanya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا
“Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan negeri Yaman”.

Kedelapan, telaga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang banyak dirindukan umatnya, terdapat di antara Ka'bah dan Baitul Maqdis. Sebagaimana yang beliau sabdakan: 


عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن لي حوضا ما بين الكعبة وبيت المقدس، أبيض مثل اللبن، آنيته عدد النجوم، وإني لأكثر الأنبياء تبعا يوم القيامة

“Dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a. berkata, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya Aku mempunyai telaga antara Ka'bah dan Baitul Maqdis, putih seperti susu, wadahnya sebanyak bilangan bintang. Aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat." (HR. Ibnu Majah) 


Kesembilan, Palestina telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah untuk Islam. Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi’I, dan masih banyak lagi yang lain.

Atas kemulian palestina inilah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki, Pada kurun 1100-an masehi memimpin pemebebasan Masjidil Aqso yang tengah dikuasai gabungan tentara salib Romawi / Eropa, beliau  pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal: "Aku malu kepada Allah untuk tersenyum, sedangkan Baitul Maqdis masih terjajah."




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...