Dinukil dari kitab "Tanbihul Ghofiliin, Bab mencari Rezeki / penghasilan"
من أراد أن يكون كسبه طيبا فعليه أن يحفظ خمسة أشياء: أوّلها أن لا يؤخر شيئا من فرائض اللَّه تعالى لأجل الكسب ولا يدخل النقص فيها. والثاني لا يؤذي أحد من خلق اللَّه تعالى لأجل الكسب، والثالث أن يقصد بكسبه استعفافا لنفسه ولعياله ولا يقصد به الجمع والكثرة. والرابع أن لا يجهد نفسه في الكسب جدا. والخامس أن لا يرى رزقه من الكسب ويرى الرزق من اللَّه تعالى والكسب سببا
Barangsiapa ingin penghasilannya baik (barokah), ia harus berpegang pada lima hal:
Yang pertama, ia tidak boleh menunda kewajiban apa pun kepada Allah SWT demi mendapatkan penghasilan. Sesibuk apapun pekerjaannya, maka kewajiban-kewajiban kepada Allah tetap diutamakan.
Kedua, dalam bekerja/dalam mencari nafkah, ia tidak boleh mencelakakan atau menyakiti makhluk Allah SWT. Tidak merugikan dan menyakiti orang lain, termasuk tidak membuat kerusakan lingkungan/alam ciptaan Allah.
Ketiga, ia mencari nafkah diniatkan untuk menjaga kesucian dirinya dan keluarganya, (sehingga hanya yang halal yang dimakannya, terjaga dari perbuatan-perbuatan haram karena ketiadaan harta) tidak diniatkan mengumpulkan harta semata.
Keempat, ia tidak boleh memaksakan diri untuk mendapatkan penghasilan /menumpuk harta. Berlebihan-lebihan dalam usaha menumpuk harta berpotensi melenakannya kepada Allah.
Kelima, semata-mata memandang rezeki itu datangnya dari Allah yang Maha Kuasa, mencari nafkah /kasab hanya sebagai sarana. (Khotib-PPNHA)
.jpeg)
maturnuwun ilmunya..
BalasHapussangat bermanfaat
Laksanakan
BalasHapus