Alangkah baiknya sebelum memasuki bulan Ramadhan, selama bulan Ramadhan nanti kita berniat akan lebih baik dari ramadhan tahun-tahun kemarin. Persiapan itu dimulai dengan melatih diri kita sejak dibulan sya’ban, dengan berpuasa sunnah, qiyamullail, menahan diri dari segala godaan, dsb.
Barang
siapa yang melatih dirinya dengan sungguh-sungguh (melakukan amal ibadah) di
bulan Sya’ban, maka ia akan beruntung di bulan Ramadhan karena mampu
memaksimalkan ibadahnya) disebabkan kebiasaan baik yang dikerjakannya sejak
bulan Sya’ban).
Bulan Sya’ban adalah bulan yang dipenuhi banyak kebaikan. Meskipun realitanya, jujur saja, banyak yang di antara kita justru lalai dari bulan mulia ini. Bahkan kadang terdengar celetukan, “Sekarang sudah bulan Sya’ban, mari makan yang banyak, puas2kan diri dulu sebelum dilarang, atau bepergian jalan-jalan, mumpung belum puasa.”
Inilah yang diwanti-wanti
oleh Rasulullah SAW dalam hadistnya ketika ditanya oleh seorang sahabat yang
bernama Usamah bin Zaid prihal puasa yang beliau kerjakan di bulan Sya’ban
Rasulullah SAW menjawab:
Rasulullah SAW menjawab: Itulan bulan
yang banyak dilupakan oleh manusia. Bulan yang berada di antara Rajab dan
Ramadhan.
وَهُوَ شهر ترفع فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رب الْعَالمين
Pada bulan (Sya’ban) itulah amal
ibadah manusia diangkat menghadap Tuhan pemelihara alam.
وَأحب أَن يرفع عَمَلي وَأَنا صَائِم.
Dan aku senang jika amalku diangkat
sedangkan aku dalam keadaan (beribadah), berpuasa. (HR An-Nasai)
Sesungguhnya Allah
dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya. (QS Al-Ahzab: 33: 56)
Karena itu, bulan Sya’ban disebut juga bulan Sholawat, sebagaimana yang dituturkan Imam Ibn Abi Saif al-Yamni:
Artinya: Sesungguhnya bulan Sya’ban (disebut juga) bulan shalawat kepada Rasul karena ayat (perintah shalawat) diturunkan di dalamnya.
Marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya momentum Sya’ban ini untuk melakukan banyak kebaikan. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kebaikan yang telah ditebar Allah SWT di dalamnya. Kita matangkan persiapan diri kita di bulan ini agar kita bisa maksimal beribadah di bulan Ramadhan nanti. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita umur yang panjang, untuk kembali berjumpa dengan bulan Ramadhan yang mulia. Amin ya rabbal ‘alamin. (Khotib PPNHA)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar