Senin, 25 Maret 2024

MENYAMBUT RAMADHAN, DI GERBANG SYA'BAN

 


Alangkah baiknya sebelum memasuki bulan Ramadhan, selama bulan Ramadhan nanti kita berniat akan lebih baik dari ramadhan tahun-tahun kemarin. Persiapan itu dimulai dengan melatih diri kita sejak dibulan sya’ban, dengan berpuasa sunnah, qiyamullail, menahan diri dari segala godaan, dsb.


Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki Al-Makki Al-Hasani berkata dalam kitabnya, Madza fi Sya’ban? sebagai berikut: 


من عود نفسه فيه بالإجتهاد، فاز في رمضان بحسن الإعتياد

 Barang siapa yang melatih dirinya dengan sungguh-sungguh (melakukan amal ibadah) di bulan Sya’ban, maka ia akan beruntung di bulan Ramadhan karena mampu memaksimalkan ibadahnya) disebabkan kebiasaan baik yang dikerjakannya sejak bulan Sya’ban).

 Bulan Sya’ban adalah bulan yang dipenuhi banyak kebaikan. Meskipun realitanya, jujur saja, banyak yang di antara kita justru lalai dari bulan mulia ini. Bahkan kadang  terdengar celetukan, “Sekarang sudah bulan Sya’ban, mari makan yang banyak, puas2kan diri dulu sebelum dilarang, atau bepergian jalan-jalan, mumpung belum puasa.”

Inilah yang diwanti-wanti oleh Rasulullah SAW dalam hadistnya ketika ditanya oleh seorang sahabat yang bernama Usamah bin Zaid prihal puasa yang beliau kerjakan di bulan Sya’ban Rasulullah SAW menjawab: 


قَالَ ذَاك شهر يغْفل النَّاس عَنهُ بَين رَجَب ورمضان

Rasulullah SAW menjawab: Itulan bulan yang banyak dilupakan oleh manusia. Bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadhan.

 

 وَهُوَ شهر ترفع فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رب الْعَالمين

Pada bulan (Sya’ban) itulah amal ibadah manusia diangkat menghadap Tuhan pemelihara alam.

وَأحب أَن يرفع عَمَلي وَأَنا صَائِم.

Dan aku senang jika amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan (beribadah), berpuasa. (HR An-Nasai)

 


Dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa Rasulullah SAW banyak melakukan ibadah puasa di bulan Sya’ban. Ada yang mengatakan bahwa Rasulullah berpuasa penuh ada juga yang mengatakan bahwa beliau tidak meninggalkan puasa kecuali beberapa hari saja.


Dari hadits di atas tampak jelas bahwa ibadah yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan Sya’ban adalah ibadah puasa karena Rasulullah hampir tidak pernah meninggalkan puasa di bulan Sya’ban.

Selain ibadah puasa, ada lagi ibadah yang dianjurkan untuk diperbanyak di bulan Sya’ban, yaitu memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW. Pada bulan Sya’ban inilah ayat tentang perintah bershalawatkepada nabi diturunkan. 


  إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al-Ahzab: 33: 56)

 Karena itu, bulan Sya’ban disebut juga bulan Sholawat, sebagaimana yang dituturkan Imam Ibn Abi Saif al-Yamni: 


إن شهر شعبان شهر الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم لأن الآية  }إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ {..نزلت فيه

 Artinya: Sesungguhnya bulan Sya’ban (disebut juga) bulan shalawat kepada Rasul karena ayat (perintah shalawat) diturunkan di dalamnya.

 

Marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya momentum Sya’ban ini untuk melakukan banyak kebaikan. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kebaikan yang telah ditebar Allah SWT di dalamnya. Kita matangkan persiapan diri kita di bulan ini agar kita bisa maksimal beribadah di bulan Ramadhan nanti. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita umur yang panjang, untuk kembali berjumpa dengan bulan Ramadhan yang mulia. Amin ya rabbal ‘alamin. (Khotib PPNHA)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...