Ilmu yang bermanfaat adalah yang sinarnya melapangkan shudur (dada), dan menjadi sabab terbukanya hijab-hijab qalbu, dan sebaik-baik ilmu adalah yang disertai oleh rasa Khosya’ (Takut) kepada Allah SWT.
"Jika ilmu itu disertai rasa takut kepada Allah maka akan memberi manfaat bagimu, jika tidak ada rasa takut kepada Allah, ia akan berbahaya bagimu dan oranglain" demikianlah diterangkan dalam kitab Washoyal Abaa Lil Abnaa.
Jika engkau menggapai ilmu dengan benar, maka ia akan menjadikanmu mengetahui banyaknya kesalahan-kesalahan pada dirimu, bukan menjadi pemakluman dan pembenaran atas ambisi dan nafsumu.
Sungguh, Ilmu yang bermanfaat akan mengantarkanmu mengenal Rabb-mu, membimbingmu kepada Ahlaq dan ubudiyyah (penghambaan) kepadaNya, dan membuncahnya sifat ingin terus mengasihi dan memberi manfaat pada semua mahluk, sampai kemudian Allah angkat derajatmu menjadi kekasih-Nya.
Imam Malik bin Anas Ra. berkata "Bukanlah yg disebut ilmu itu adalah kepandaian atau banyaknya meriwayatkan, tetapi ilmu itu adalah nur (cahaya) yang diturunkan Allah ke dalam Qalb (hati) hamba-Nya, sebagai jalan untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri".
Ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah SWT, justru menimbulkan kesombongan dihadapan sesama mahluk, dan menjadi alat pembenaran atas hawa nafsu.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu, karena malaikat gemar pada apa yang dituntutnya". Kemudian Rasulullah saw juga memohon kepada Allah:"Allahumma inni a’uudzubika min ilmin laa yanfa’ (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat)"
Semoga Allah SWT menganugerahi kita dan anak-anak kita dengan ilmu yang Haq, yang menjadi wasilah bagi kita untuk mengenalNya, menjadi jalan untuk menjadi kekasihNya, dan puncaknya, meraih RidhoNya. Aamiin Yaa Robbal Alamiin 🤲, Wallahu a'lam.
(Khotib-PP.NHA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar