Sabtu, 20 Juni 2020

KEADILAN PEMIMPIN 1 HARI LEBIH DICINTAI ALLAH DARIPADA BERIBADAH 70 TAHUN



NASIHAT IMAM ALGHOZALI
"Keadilan pemimpin satu hari lebih dicintai Allah daripada beribadah tujuh puluh tahun,'' sabda Rasulullah.
"Pemimpin yang takut berbuat salah senantiasa merindukan petuah ulama dan gemar mendengarkan nasihat mereka. Namun hati-hatilah dengan ulama yang menyukai dunia. Mereka akan memperdayaimu, mencari kerelaanmu untuk mendapatkan apa-apa yang ada di tanganmu mencarikan pembenaran atas hal-hal yang buruk dan haram agar mereka mendapatkan sesuatu darimu, dengan tipu daya. Orang yang berilmu adalah orang yang tidak menginginkan hartamu, dan orang yang senantiasa memberimu wejangan serta petuah"
"Janganlah merasa puas dengan keadaanmu yang tidak pernah melakukan kezaliman. Lebih dari itu, didiklah pembantu, sahabat, pegawai dan para wakilmu. Janganlah engkau tinggal diam melihat kezaliman mereka, karena sesungguhnya engkau akan ditanya tentang perbuatan zalim mereka sebagaimana akan ditanya tentang perbuatan zalimmu"
Umar bin Kaththab menulis surat kepada bawahannya, yaitu Abu Musa al-Asy'ary: ''Sesungguhnya pemimpin yang paling berbahagia adalah yang rakyatnya merasa bahagia, Sesungguhnya pemimpin yang paling celaka adalah pemimpin yang rakyatnya dalam keadaan sengsara. Oleh karena itu, mudahkanlah urusan masyarakatmu karena sesungguhnya bawahanmu akan mengikuti perilakumu. Perumpamaanmu adalah seperti ternak melihat rumput hijau, kemudian memakannya dalam jumlah banyak hingga gemuk. Ternyata kegemukannya membawa kemalangan karena hal itu membuat dia cepat disembelih dan dimakan manusia.''
"Kebanyakan para wakil masyarakat memiliki sifat sombong. Salah satu bentuk kesombongannya adalah bila marah, ia akan menjatuhkan hukuman. Kemarahan adalah perkara yang membinasakan akal, menjadi musuh dan penyakit akal. Kemarahan merupakan Seperempat Kebinasaan. Jika amarah mendominasimu, maka engkau harus segera condong kepada sifat pemaaf dan kembali kepada sifat mulia. Jika hal itu menjadi kebiasaanmu, maka engkau sudah meneladani para nabi dan para aulia. Jika engkau menjadikan kemarahan sebagai kebiasaan, maka engkau serupa dengan binatang buas"
Abu Darda' RA berkata: ''Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang akan memasukkan aku ke dalam surga. Rasullah bersabda: ''Jangan marah, kamu akan masuk surga.''
"Sesungguhnya pada setiap kejadian yang menimpa dirimu, engkau mesti membayangkan bahwa engkau adalah salah seorang rakyat, sementara selain dirimu adalah pemimpin. Dengan itu, apa yang tidak engkau ridha bagi dirimu sendiri, tidak pula akan diridhai oleh salah seorang pemimpin Muslim. Jika engkau melaksanakan sesuatu yang engkau sendiri tidak ridhai saat merasa menjadi masyarakat, berarti engkau mengkhianati dan menipu masyarakat dan bawahanmu"
Semoga Allah SWT selalu memberikan bimbingan dan petunjuk, menjadi imam yang adil. (Khotib PP.NHA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...