Pria itu bernama Ustad M. Takwid. Ini adalah pertama kalinya ia menunaikan ibadah umrah. Tepatnya bulan November tahun 2018.
Semula, laki-laki yang berprofesi sebagai guru itu sempat khawatir, ia takut tertipu seperti teman-temannya yang sudah bayar tapi tak kunjung berangkat umrah. Setelah mencari banyak informasi akhirnya ia memutuskan untuk umrah bersama rombongan jamaah PP. Nurul Huda Alkarimi, Warungpring, Pemalang
Setelah mendaftar, Ustad Takwid aktif untuk konsultasi tentang rangkaian perjalanan dan kaifiyah Ibadah Umrah bersama H. Khotibul Umam, pengampu Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Karimi, Warungpring, Pemalang, Jawa Tengah. “Di Ponpes Nurul Huda AlKarimi, saya bertemu pembimbing dan teman-teman calon jamaah Umroh, Alhamdulillah, saya semakin yakin untuk segera berangkat umrah,” kata ustad Takwid
Atas izin Allah sampailah Ustad Takwid di Makkah Almukarromah, dengan penuh khusyu' dan rasa haru ia menjalankan ibadah Umroh, diusianya yg sudah 74 tahun ia bersyukur masih dipekenankan Allah bisa hadir di Baitullah. Ustad Takwid berniat, begitu selesai menunaikan ibadah umrah untuk dirinya sendiri, ia ingin mengumrahkan (membadalkan) almarhumah ibunda dan istrinya, dan pada saat menjalankan Umroh badal untuk almarhumah ibunyalah pengalaman Ruhani itu terjadi “Setelah melaksanakan umrah badal untuk almarhumah ibu, saya mengalami kejadian yang tidak biasa,” tuturnya.
Setelah menunaikan umrah badal untuk ibu tercinta, sekira jam 1 malam ia keluar dari Masjidil Haram untuk kembali beristirahat di hotel, tanpa sempat terlebih dahulu melepas kain Ihram ia merebahkan diri, belum sempurna tidurnya dan masih dalam keadaan sadar, tiba-tiba sang almarhumah ibunya datang dan menyapanya, "Terimaksih nduk, sudah berkirim kepada ibu, Kok lama baru ke sini?"
Ustad Takwid pun langsung bangkit terperangah, ia diliputi perasaan yang haru biru, antara terkejut dan rasa bahagia bisa melihat sosok almarhumah ibu, ia tak lagi bisa memejamkan matanya sampai subuh tiba karena terus berurai airmata. Ustad Takwid kemudian mengkonsultasikan hal tersebut kepada pembimbingnya H. Khotibul Umam "Insya Allah itu pertanda pahala Umroh badal telah sampai kepada almarhumah, terus perbanyak kirim doa kepada beliau". Diantara doanya Ustad Takwid memohon kepada Allah semoga dapat kembali disatukan oleh Allah SWT denga ibunya di surga kelak.
Cerita perjalanan ruhani Ustad Takwid tidak berhenti disini, Pada hari berikutnya, ia kembali melakukan umrah badal untuk istri tercinta yang sudah meninggal bertahun-tahun lalu. "Mumpung masih di tanah suci Makkah" katanya, dan masya Allah, Pengalaman yang sama terjadi kembali “Saat saya tengah melakukan Thawwaf tiba-tiba terdengar suara, suara yang tak asing, suara almarhumah istri saya, dia mengatakan, ‘Saya kangen’,” ungkapnya.
Ustad Takwid mengaku ucapan sang istri sangat terdengar jelas olehnya. Hal itu membuatnya kembali menangis. “Saya menangis terharu karena rindu kepada dua wanita dalam hidup saya, yakni almarhumah ibu saya dan almarhumah istri saya,” papar ustad Takwid mengakhiri ceritanya.
Semoga Allah SWT kelak mempertemukan ustad Takwid dengan orang-orang terkasihnya.
Subhanallah, walhamdulillah, wa Laa Ilaha Illallah, Allahu Akbar. ||Makkah, November 2018
_____________________________
(Informasi dan Bimbingan seputar ibadah Haji dan Umroh, Hub kami di 085325563676/H.Khotibul Umam)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar