Jumat, 19 Juni 2020

BENARKAH KITA SUDAH MENJADI ORANG NU YANG SESUNGGUHNYA?



Kita semua  bangga menjadi bagian dari warga NU, dan nampak cinta pada Harokah ini, Nahdhotul Ulama. Tapi apakah kita sudah betul-betul menjadi orang NU yang sesungguhnya?
Bagaimanakah sesungguhnya menjadi warga NU/Nahdhiyin itu?. 

Disebut orang NU sesungguhnya adalah yang tahu dan mengamalkan beberapa azas/pokok Ahlusunnah Waljama'ah.  Yaitu: 

1. Bertauhid/beraqidah sebagaimana yang dirumuskan oleh imam Abu Hasan Asy'arie dan Imam Abu Mansyur Almaturidi. Yaitu mengetahui tentang persifatan Allah, sifat WajibNya, sifat mohalNya, dan Jaiznya. Juga faham sifat wajib Nabi Muhammad, kemudian senantiasa berusaha meneladani sifat-sifat Nabi tersebut dan mengamalkan syariat yang dibawanya. 

Mugi-mugi gusti Allah menganugerahi dumugi Ma'rifat. 
Monggo senantiasa ikhtiar ngaos bab Tauhid meniko. 

2. Dalam hal hukum/Fiqih, mengikuti madzhab Imam Syafi'ie, tanpa menyalahkan kepada saudara muslim yang mengikuti 3 madzhab yg lain (Hambali, Maliki, Hanafi), karena 3 madzhab yang lain jg muktabar dalam Ahlusunnah Waljamaah.  Jangan sampai karena keterbatasan pemahaman kita terhadap Fiqih Aswaja menjadi potensi friksi dengan sesama Ahlusunnah, semisal saling hujat hanya karena persoalan beda Qunut, bacaan Jahar dan Sir, tawasul, ziarah kubur, maulid dll.

Dalam hal hukum yang lebih rinci (yg tdk secara detail disampaikan dalam Alqur'an dan Hadis) Mengikuti pendapat para Sahabat, Tabiin, Ulama, yang disepakati sebagai Ijma' dan Qiyas

Monggo piyantun NU sami mempelajari Madzahabil Arba'ah, langkung-langkung madzhab Imam Syafi'ie. 

3. Mengamalkan Tasawwuf (akhlaq kepada sesama manusia dan Robbnya), ittiba' pada apa yang telah disampaikan oleh Imam Ghozali (yg diantaranya disampaikan dalam kitab Ihya Ulumuddin) dan Imam Junaed Albaghdadi

Monggo sami mempelajari dan mengamalkan nopo mawon ajaran tasawwuf dr ulama meniko, biar benar-benar jadi orang NU. 
lajeng...

4. Dalam Bab bermua'malah/bermasyarakat, memegang prinsip-prinsip:
a). Tawassut / moderat, mboten terlalu condong ke salahsatu pihak. Selalu mnjadi mediator jika ada konflik ditengah masyarakat. 

b). I'tidal/tegak lurus,  selalu bersikap adil, dan berani untuk hal-hal yang benar

c). Tasammuh/Toleran terhadap perbedaan, baik dalam pemikiran maupun keinginan orang lain, terbiasa denga berbeda pendapat.

d). Tawazun / seimbang, mboten berat sebelah. 

e). Istiqomah dalam menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Nahi Munkarnya juga tetap denga cara yg MA'RUF

5. Berikutnya, dalam Bab BERBANGSA DAN BERNEGARA
Setia kepada NKRI dan Selalu teguh dalam Nasionalisme (cinta kepada Negaranya beserta penduduknya, dengan segala warnanya). 

Itulah semua butir-butir/garis besar dalam menjadi Warga NU, inilah semua yang tertuang dalam KHITTOH NU yang dirumuskan oleh Hadrotus Syaikh KH Hasyim Asy'ari dan para muassis Nahdhotul Ulama. 

Monggo sami memegang dan mengamalkan prinsip-prinsip meniko wau, insya Allah dados kebanggaanipun Nabi Muhammad, poro Auliya, kebanggaan Mbah Hasyim lan poro ulama NU, Mugi-mugi sedoyo pinaringan Ridhonipun Gusti Allah. Amiin yaa Robbal 'alamiin 🤲. 
(Khotib-PP.NHA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...