Senin, 03 Juni 2019

SALAMAN


SALAMAN, pada mulanya adalah tradisi  penduduk Yaman, Rasulullah SAW kemudian mentradisikannys di kalangan kaum Muslimin.

Dalam satu hadis beliau mnyatakn, 'Tiada dua orang Muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan diampunkan dosa keduanya sebelum berpisah"

Salaman adalah lambang kedamaian. Salaman tidak dilakukan oleh dua orang yang bermusuhan dan mendendam. 

Sebagaimana telah menjadi tradisi dalam Ahlusunnah Waljamaah setiap kita selesai melaksanakan ibadah sholat kita menyambungnya dengan saling bersalaman. Sesungguhnya tradisi salaman setelah sholat adalah manifestasi  dari sikap tindak lanjut setelah seorang hamba memohon ridho kepada Rabbnya (sholat) dilanjutkan dengan saling ridho dengan sesama mahluk. Perpaduan yang indah antara simbol keshalehan spiritual dan keshalehan sosial. 
Begitu para salaf mencontohkan. 


Begitu juga salaman seorang istri dengan mencium tangan suami, adalah sesuatu yang baik dan dianjurkan, sebab dalam mencium tangan suami disana terkandung doa istri agar Allah menjaga tangan suaminya dari hal-hal yang dibenci olehNYA, dan juga doa agar sang suami terhindar dari mengambil sesuatu yang bukan haknya. 

Demikian pula semangat dan ketenangan suami itu terletak pada kening istrinya, dan sumber ketenangan dan kekuatan seorang istri itu ada di punggung tangan suaminya, wallahu a'lam. (Khotib-PPNHA)

1 komentar:

  1. Keren niku, matursuwun sharing ilmunya,
    ditunggu Tausiyah yang lainnya

    BalasHapus

MULIAMU BUKAN KARENAMU, BUKAN KARENA USAHAMU

Seringkali kita merasa bahwa segala kemuliaan dan kehormatan yang kita miliki ini berasal dari usaha kita sendiri. Karena merasa rajin beram...