*
MENIPIS
HUJAN gerimis di luar rumah, meruapkan aroma tanah yang menyejukkan...
Ah, sederas apa hujan turun, setelahnya debu-debu kembali bertebaran dan mayapada kembali kerontang.
Entahlah, sekarang angin muson sudah tidak menentu datangnya. Padahal kabarnya ini adalah negeri putra Daud 'alaihissalam, dan Allah anugerahkan Muson ini sebagai penanda tentang Sulaiman 'alaihissalam pernah kuasa atas negeri ini...
Diantara hingar-bingar...kitalah debu itu, yang terombang-ambing di mayapada,
"man laa yadri annahu laa yadri"
seonggok daging yang sesungguhnya tak tahu apa-apa dan tak mengerti apapun tentang rahasia Ilahi esok, dan seterusnya.
"Yaa Rabbii... Anta maqshudii, waridhoKa mathlubii.."
Duhai Tuhanku, hanya Engkaulah yang kutuju, dan hanya ridhomu yang kucari... maka Jangan Kau biarkan aku hilang, sunyi sepi, dan sendiri.
Gerimis diluar rumah sudah merintik, rupanya terang hampir datang, Ah, seperti itu pula nampaknya lembaran catatan takdirku di Azzali, yang kini semakin menipis..
Yaa Ilahi, Hanya Ridhomu yang kunanti.. []
(*Khotib-Gua Hiro,2009)
#RamadahanKarim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar